
PENYAKIT kencing manis atau bahasa keren-nya diabetes melitus banyak diindap orang
Beruntung, kini telah ditemukan obat yang murah meriah dan dapat diperoleh dengan mudah. Dipasar-pasar tradisional yang becek ketika hujan dan penuh debu saat musim kemarau, ”obat” ini bisa dengan mudah didapatkan. Di supermarket-supermarket pun ada, tapi kalau mau lebih murah memang lebih baik memilik di pasar tradisional. Kalau bepergian, kita cukup menunggu tukang sayur yang lewat depan rumah.
Lalu ”obat” apa yang murah meriah itu ? BUNCIS. Ya, tepat. Tanaman yang buahnya mirip panjang, tapi lebih pendek dan gemuk itu ternyata mampu mengobati penyakit diabetes melitus.
Hal tersebut terungkap dalam disertasi Yayuk Andayani, yang telah mempresentasikan penelitiannya berjudul “Mekanisme Aktivitas Antihiperlikemik Ekstrak Buncispada Tikus Diabetes dan Identifikasi Komponen Aktif” untuk memperoleh gelar Doktor di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga.
Dalam Penelitiannya, Yayuk menggunakan tikus putih sebagai binatang percobaan. Tikus putih berusia tiga bulan itu oleh Yayuk diberi perlakuan induksi diabetes. Artinya, “dengan sengaja” si tikus putih dibuat mengidap diabetes melitus. Sebelum diinjeksi dengan diabetes, tikus tersebut telah diberi ekstrak buncis. Ternyata dalam waktu 30 menit setelah “dengan sengaja” dibuat menderita diabetes, tekanan gula darah tikus-tikus percobaan kembali normal, tanpa mengalami penurunan pada tingkat hipoglikemik (dibawah kadar gula normal )
Timbul Perntanyaan, apa sih “kesaktian” buncis sehingga hanya dalam waktu setengah jam bisa menurunkan kadar gula dalam darah hingga batas normal. Berdasarkan analisis Yayuk, di dalam buncis terkandung zat yang dinamakan Bsitosterol dan stigmastero”.
Kedua zat inilah yang mampu meningkatkan produksi insulin, Insulin adalah suatu hormon yan g dihasilkan secara alamiah oleh tubuh kita dari organ tubuh yang dinamakan pankreas. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Seseorang mengalami diabetes melitus bila pankreas hanya sedikit menghasilkan insulin atau tidak mampu memproduksi sama sekali. Ternyata dua zat tadi mampu merangsang pankreas untuk meningkatkan produksi insulinnya.,
Selain dua zat tadi, Yayuk memperoleh data bahwa dari 100 gram ekstrak buncis terkandung karbohidrat 7.81 persen, lemak 0.28 persen, protein 1.77 persen, serat kasar 2.07 persen, dan kadar abu 0.32 persen. Bagi dunia kedokteran dan farmasi, penemuan Yayuk ini tentu bisa dijadikan referensi untuk membuat obat diabetes dengan mengekstrak buncis. Tentunya banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat, karena obat diabetes akan lebih murah dan mudah didapat dengan banyaknya bahan yang tersedia.
Bagi masyarakat, terobosan Yayuk itu bisa melegakan hati banyak orang pengidap diabetes melitus, khususnya mereka dari kalangan tidak mampu. Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun. Pengolahannya pun tidak sembarangan. Manfaat buncis lebih terasa bila dimakan sebagai lalapan. Kalau dimasak dalam bentuk oseng-osengan, dengan tambahan daging, tentunya sama saja. Berbahagialah mereka yang kerap makan lalap buncis. Ternyata selain manis, buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan penyakit kencing manis. Mau coba ?
INFO KESEHATAN, 28 Maret 2007


05.37
Dede
Posted in 


0 komentar:
Posting Komentar